Yasmin mengaku sama sekali bukan tidak senang jika jumlah perempuan di DPR bertambah (dari sekitar 11% sekarang, menjadi 30%). "Tapi, menurut saya di atas ribut-ribut soal keterwakilan perempuan sebesar 30% di DPR, sebenarnya, yang penting,anggota DPR itu haruslah orang-orang yang berkualitas,baik laki-laki maupun perempuan," kata Yasmin, Minggu (1/2/2009).
"Buat apa 30%, kalau tidak berkualitas? Alias hanya mengejar kuantitassemata, bukan kualitas," imbuh mantan presenter Anteve dan TransTV ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yasmin juga tak habis pikir, bukankah perempuan sekarang sedang memperjuangkan kesetaraan lho kok malah minta diistimewakan?
Yasmin tahu idenya ini melawan arus yang berkembang di tengah kaumnya. "Namun meski berbeda dengan mayoritas, saya rasa, saya boleh dan berhak untuk berpendapat bukan?" ujar Yasmin yang juga menuliskan pendapatnya ini lewat facebooknya. (nrl/nik)











































