Namun, hal berbeda justru datang dari caleg nomor 5 Dapil Jabar II Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan. Politisi yang khas dengan kumis tipis dan kaca mata kotak ini mengaku ogah untuk memanfaatkan Facebook sebagai media kampanye.
"Kita jangan menjadikan Facebook ruang yang sumpeklah. Saya cuma pingin menjadikan ini sebagai ruang sosial untuk ketemu teman-teman lama saat sekolah dan kuliah dulu," ujar Ferry dalam percakapan dengan detikcom, Jumat (16/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin menjadikan Facebook ruang yang natural. Kalau ada orang tanya 'Pak anggota DPR ya?' Saya jawab iya. Itu saja," ungkapnya.
Pria kelahiran Jakarta Juni 1961 ini malah menggunakan Facebook untuk mensosialisasikan Pemilu 2009. Dalam 'notes' di profilenya, Ferry sering mengupload artikel-artikel dari berbagai media terkait tahapan pelaksanaan Pemilu.
"Sebagai Ketua Pansus RUU Pemilu dan RUU Pilpres, saya mempunyai punyai tanggung jawab moril tersendiri untuk menyukseskan Pemilu," ungkap alumni Universitas Padjadjaran ini.
Karena tanggung jawab moril itu juga, pria keturunan Aceh ini mangaku memberikan porsi khusus untuk sosialasi Pemilu saat berkampanye di daerah pemilihannya yang mencakup Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
Sebelum mengkampanyekan diri, ia mengaku menjelaskan terlebih dahulu tata pemberian suara kepada konstituennya.
Porsi sosialisasi dan promosinya berapa Pak? "Ya fifty-fiftylah," ucapnya sambil tertawa. (lrn/nrl)











































