DetikNews
Follow fb share fb share fb share
img

Blak-blakan Anggito Abimanyu: Menjawab Polemik Dana Haji

Jumat, 24 Mei 2019

Kepala BPKH Anggito Abimanyu memastikan dana haji tidak untuk proyek infrastruktur di dalam negeri. Dana untuk kuota tambahan 10 ribu jemaah haji juga tidak menggunakan APBN. Bagaimana rinciannya, saksikan blak-blakan Kepala BPKH Anggito Abimanyu di sini. 

  • feed
    Rabu, 22 Mei 2019

    Blak-blakan Budi Waseso: Sikat Kartel Pangan!

    Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyebut 94 persen pasar bebas dikuasai kartel pangan. Ini memicu harga susah dikendalikan dan inflasi tinggi. Bagaimana upaya mengatasinya? Simak blak-blakan Buwas di sini.

  • feed
    Senin, 20 Mei 2019

    Blak-blakan Moeldoko: Jokowi Baik, Prabowo Patriotik

    Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko mengungkapkan ada kekuatan dari kelompok tertentu yang ingin mendompleng momen pengumuman Pemilu 2019 pada 22 Mei untuk mengacaukan situasi. Karena itu dia meminta agar pengerahan massa ke kantor KPU pada tanggal tersebut sebaiknya dihindari.

    Selengkapnya Tonton Blak blakan Jenderal (purn) TNI Moeldoko, Jokowi Baik, Prabowo Patriotik di detikcom, Senin, 20 Mei 2019.

  • feed
    Jumat, 17 Mei 2019

    Blak-blakan Gus Muwafiq: Islam, Politik, dan Seni

    Ulama muda Nahdlatul Ulama KH Ahmad Muwafiq mengingatkan semua pihak agar setiap persoalan masyarakat maupun bangsa diselesaikan melalui musyawarah. Hal itu mensyaratkan masing-masing pihak untuk tidak bersikap mau memang sendiri.

  • feed
    Rabu, 15 Mei 2019

    Blak-blakan Kepala Bappenas: Kenapa Ibu Kota Harus Pindah?

    Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengaku sudah menemukan lokasi calon ibu kota baru dengan luas kurang lebih 80 ribu hektar. Dengan rincian, 40 ribu hektar digunakan untuk membangun kota baru dan 40 ribu sisanya untuk pengembangan dalam jangka panjang. 

  • feed
    Senin, 13 Mei 2019

    Blak-blakan Wiranto: Bicara Makar Hingga Setan Gundul

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto menegaskan keberadaan Tim Asistensi bidang Hukum tidak bekerja seperti aparat intelijen. Kerja Tim yang antara lain terdiri dari Prof Muladi, Prof Romli Atmasasmita, dan Prof Mahfud MD itu bersifat ad hoc (sementara) dalam membantu penegakkan hukum.

    Wiranto juga sempat menyinggung soal Eggie Sudjana dan Kivlan Zen, serta 'setan gundul' yang dilontarkan Andi Arief. Selengkapnya, tonton Blak-blakan"Wiranto Bicara Makar hingga Setan Gundul" di detikcom, Senin (13/5/2019).

     
     
     
  • feed
    Jumat, 10 Mei 2019

    Blak-blakan Gus Miftah: Kiai Bertarif 3M dan 7,5M

    Miftaim An'am alias Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah mengaku menjadi pendakwah karena kecelakaan sejarah. Suatu hari, khatib Jumat yang diundang berhalangan hadir.
     
    Sebagai pengurus masjid dia diminta untuk menggantikannya. Ternyata banyak jamaah yang terpikat dengan gayanya berkhotbah. 
1 2 3 ... 28 29 »