Masjid yang berlokasi di komplek perkantoran BI, Jl. Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat ini tampaknya menjadi tempat ideal untuk mencari kesejukan di tengah rasa dahaga pada bulan puasa. Tempatnya yang luas dan bersih, dengan bangunan gedung yang megah dan fasilitas pendingin udara, tampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Usai sholat Dzuhur dan Ashar, akan banyak dijumpai orang yang merebahkan badannya di lantai masjid yang berlapis karpet warna hijau itu, entah untuk sekedar tidur-tiduran maupun benar-benar tidur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih nyaman di sini," katanya saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/9/2008).
Meskipun di situ, sebagaimana lazimnya di masjid-masjid yang lain, terpampang tulisan peringatan untuk tidak merebahkan diri, tampaknya peringatan itu tidak digubris sama sekali. Ini bisa dimaklumi karena dari pihak takmir sendiri kelihatannya tidak terlalu mempersoalkan. Pantauan detikcom, selama 1,5 jam sejak salat jamaah Dzuhur usai, tidak ada teguran dari pihak takmir kepada orang-orang yang merebahkan diri itu.
Menurut salah seorang takmir bernama Yahdi, kebanyakan orang yang salat di masjid ini adalah para pegawai di komplek perkantoran setempat. Meski demikian, ada pula orang-orang dari luar perkantoran yang hanya sekedar mampir untuk salat.
"Di sini kan daerah komplek perkantoran, jadi kebanyakan jamaah adalah pegawai perkantoran setempat," terangnya.
Pintu gerbang masjid itu akan dibuka menjelang sholat Dzuhur. Begitu salat jamaah usai, pintu ditutup kembali. Baru menjelang salat Ashar pintu akan kembali terbuka hingga Maghrib tiba.
Menjelang Maghrib, orang-orang mulai berdatangan untuk mengikuti acara buka bersama. Sebagaimana lazimnya masjid, masjid ini juga menyediakan fasilitas buka bersama bagi masyarakat.
"Di sini makanannya enak, pakai catering," kata Rafi yang mengaku langganan buka puasa di sini sejak hari pertama puasa. (sho/gah)











































