dapat mengajukan pasangan calon dalam pembahasan RUU Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menilai hal tersebut telah menciderai
demokrasi.
"Sekarang yang berkembang kan Golkar mengusulkan 30 persen, turun lagi 20 persen.
Mereka menciderai demokrasi," ujar Wiranto dalam Dialog Kenegaraan di Gedung DPD,
Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, (3/9/2008).
Menurut Wiranto, Golkar dan beberapa fraksi lain yang juga mengusulkan persentase
yang cukup besar, telah mengambil hak rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
untuk lebih banyak memilih calon-calon presiden," ujar calon presiden yang diusung
partainya itu.
Hak rakyat tersebut, lanjut Wiranto, jangan dipotong lewat undang-undang yang
dihasilkan hanya karena sesuatu kekhawatiran politik atau hitung-hitungan untuk
mendapatkan kemenangan yang pasti.
"Kalau terlalu tinggi persentasenya, akan menyempitkan ruang politik," pungkas
Jendral bintang empat ini.
(lrn/did)











































