Bagaimana tanggapan Istana? "Daripada ribut-ribut, mending bantu pemerintah untuk mendapatkan yang lebih baik," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Malarangeng.
Hal itu disampaikan Andi di Istana Presiden, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu (3/9/2008).
Andi meminta, isu LNG Tangguh tidak dipolitisir. Meski tidak gampang, kata dia, pemerintah berniat melakukan negosiasi ulang untuk mendapatkan harga yang lebih baik lagi.
"Kita ingin harga yang baik sehingga tidak ada ketidakadilan dalam kontrak itu," tandasnya.
Andi juga menegaskan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla tidak terlibat dalam penandatanganan kontrak kerja sama yang akan direalisasikan pada 2009 itu. "Waktu itu, SBY jadi Menko Polkam dan Pak JK Menko Kesra. Jadi tidak dilibatkan," tandasnya.
(ken/irw)











































