Ditelantarkan, Guru Anak-anak TKI Datangi Istana Wapres

Pemerintah Malaysia Tak Adil

Ditelantarkan, Guru Anak-anak TKI Datangi Istana Wapres

- detikNews
Rabu, 03 Sep 2008 15:47 WIB
Jakarta - Merasa ditelantarkan, 40 guru yang dikirim ke Sabah, Malaysia mendatangi Istana Wakil Presiden. Mereka meminta pemerintah lebih memperhatikan nasib mereka.

"Kami hanya meminta agar pemerintah lebih memperhatikan nasib kami setelah mengabdi dua tahun di Sabah," ujar Ketua Forum Guru yang mengajar di Sabah, Malaysia Tetep Saeful.

Hal itu dikatakan di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2008). Sebelumnya, para Guru ini mendatangi Istana Wapres dan ditemui oleh Staf Khusus Wapres Alwi Hamu dan juga Kepala Biro Pendidikan Satwapres Atifah Thaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tetep, usai dikirim oleh Departemen Pendidikan Nasional untuk mengajar anak-anak TKI, para guru itu tidak tahu lagi akan bekerja di mana. "Padahal sebelum dikirim mereka adalah guru-guru yang mengajar di daerah masing-masing," ungkap Tetep.

Karena itu, kata Tetep, pemerintah harus mengangkat para guru tersebut menjadi PNS. "Harusnya setelah pulang ke tanah air kami lebih diperhatikan dan diangkat menjadi PNS," lanjutnya.

Pemerintah Malaysia Tak Adil

Tetep juga mengatakan, Pemerintah Malaysia sangat tidak adil terhadap para TKI Indonesia yangย  ada di Sabah. Padahal di rumah, mereka juga kurang perhatian karena orang tuanya sibuk bekerja.

"Anak-anak TKI tidak mendapat pendidikan yang layak makanya kami minta agar pemerintah memperhatikan hal tersebut," imbuhnya.

Para guru ini juga mengeluhkan adanya pemotongan gaji yang mereka terima selama bekerja di Sabah, Malaysia. "Seharusnya kami terima gaji Rp 6.050.000 ternyata yang kami terima hanya Rp 4.900.000, selebihnya saya tidak tahu dikemanakan uang itu," jelas Tetep.

(did/ken)


Berita Terkait