"Suara terbanyak ini sangat merugikan politisi yang sudah berkeringat, dibanding dengan artis yang sudah populer tidak perlu berkeringat untuk menjadi caleg," ujar pengamat politik Syamsudin Haris kepada detikcom, Rabu (3/9/2009).
Menurut Syamsudin, artis-artis yang maju sebagai caleg memberikan dampak yang sangat besar bisa jadi muncul kekhawatiran dalam diri politisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Syamsudin mengatakan sistem suara terbanyak ini sebenarnya lebih baik karena lebih terbuka dan masyarakat bisa memilih secara langsung.
"Sistem suara terbanyak ini bisa membuat para caleg bersaing lebih objektif," ungkapnya.
Syamsudin menambahkan, walaupun parpol menggunakan sistem suara terbanyak tetap saja saat ini dalam undang-undang pemilu sistem nomer urut yang digunakan.
"Tentu KPU akan mengunakan UU yang ada, jadi bila partai tetap dengan suara terbanyak harus diselesaikan lewat internal partai," pungkasnya.
Pagi ini, politisi Golkar Yuddy Chrisnandi mengundurkan diri dari pencalegan Golkar. Yuddy tidak terima karena tidak lagi ditempatkan pada caleg dengan nomor urut jadi.
(did/iy)










































