Wakil kepala kepolisian Saint Paul, Matthew Bombrom mengatakan, sekitar 280 orang telah ditangkap di kota itu karena menimbulkan kerusuhan. Situasi rusuh terjadi pada 1 dan 2 September waktu setempat ketika polisi bentrok dengan para demonstran anti-Republik.
"Kami sedang menganalisa semua laporan untuk memastikan kami tidak salah tangkap. Kami sedang memeriksa video-video. Kami juga memeriksa pernyataan-pernyataan. Setelah itu selesai kami akan membuat keputusan final," kata Bombrom kepada AFP, Rabu (3/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 1 September lalu, sekitar 10 ribu orang berunjuk rasa di Saint Paul. Mereka mendesak dihentikannya perang Irak.
(ita/iy)











































