"Putusan saya sudah bulat. Besok saya akan menyampaikan surat yang berisi menarik pencalegan saya kepada Pak Agung," ujar Yuddy di DPR, Senayan, Jakarta.
Menurut Yuddy, sikapnya dilandasi oleh ketidakadilan DPP Partai Golkar dalam menentukan nomor urut caleg. Karena merugikan banyak kader yang potensial dan malah menempatkan orang-orang yang belum terbukti keahlian dan pengabdiannya pada partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yuddy membantah dirinya tidak berani bersaing dengan sistem suara terbanyak.
"Bukan saya tidak berani. Ini soal kesewenang-wenagan dan kriteria yang tidak jelas. Saya nggak yakin partai golkar mengusulkan tradisi UU pemilu 2009 ini hanya retorika politik saja karena yang ada di nomor urut 1 di dapil itu elit-elit partai yang terdiri dari ketua DPP yang tidak mengakar," tegasnya.
Yuddy mengaku jika tidak ikut pencalegan, maka ia akan berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugasnya di DPR. "Saya masih berkonsentrasi tugas saya di DPR karena masih 13 bulan lagi," tuturnya.
Yuddy diusulkan oleh DPD Golkar Kabupaten Cirebon sebagai nomor urut 1. Sementara di DPD Kota Cirebon nomor 2. Tetapi di daftar caleg pusat Yudi diberi nomer 4 dengan urutan no 1 Enggartiasto Lukito, Teti Kadi, dan Sugeng Supriatna.
(rdf/gah)











































