Fakta tersebut diungkap oleh Rina Rusinan dan Layla Berleman Shtewi dari ICRC (International Committee of the Red Cross) dalam paparan kepada 175 prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas Korps Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F/Monuc-Kongo di Pusdikzi, Bogor, Selasa (2/9/2008).
Β
Tentara anak adalah hal yang paling ditakuti di Afrika. Anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun dilatih dan dipersenjatai untuk membunuh. Mereka masih senang bermain layaknya anak-anak tetapi dapat berubah menjadi pembunuh yang kejam jika menenteng senjata.
ICRC memperkirakan ada sekitar 500.000 tentara anak di Afrika, di mana 40% adalah anak perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Layla menambahkan dengan banyaknya anak perempuan yang menjadi tentara anak mengakibatkan mereka menjadi rentan terhadap eksploitasi dunia anak dan pelecehan seksual.
Menurut Layla, hal tersebut penting diketahui oleh prajurit yang akan bertugas ke Kongo agar mereka dapat memahami situasi dan kondisi di daerah operasi dan dapat melaksanakan tugas menjaga perdamaian di wilayah konflik.
Kontingen Garuda XX-F/Monuc pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo akan berangkat ke Kongo awal Oktober 2008 sebagai pasukan pemelihara perdamaian di bawah bendera PBB.
(rdf/nrl)











































