Thailand Rusuh, RI Tidak Keluarkan Travel Warning

Thailand Rusuh, RI Tidak Keluarkan Travel Warning

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2008 13:00 WIB
Thailand Rusuh, RI Tidak Keluarkan Travel Warning
Jakarta - Meski keadaan di Thailand kian memanas, Pemerintah Indonesia tampak tenang-tenang saja dan memilih menunggu, tidak buru-buru mengeluarkan travel warning. Sebab, kerusuhan di Thailand selama ini sudah sering terjadi dan biasanya berakhir tidak terlalu mengkhawatirkan.

Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah, pemerintah RI memilih untuk mengikuti situasi dari dekat terlebih dulu. "Apalagi kan kondisi seperti ini sudah berulang kali terjadi dan berdasarkan pengalaman, tidak timbul kerusuhan yang parah. Biasanya (berlangsung) cukup tertib," kata Teuku Faizasyah ketika dihubungi detikcom lewat saluran telepon, Selasa (02/09/2008).

Menurut Faizasyah, pemerintah juga tidak mengeluarkan travel warning agar WNI untuk sementara tidak bepergian ke Thailand. "Tidak ada itu (travel warning). Kecuali agen perjalanan yang merekomendasikan. Mereka kan juga tidak bisa melarang orang pergi ke Thailand," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, menurut Teuku, belum ada perintah bagi WNI untuk meninggalkan Thailand. Deplu juga belum mendapat laporan mengenai ada tidaknya WNI yang terjebak di antara kerusuhan massal. "Ini kan konflik antara oposisi dengan pemerintah. Yang menjadi sasaran juga obyek pemerintah, seperti blokade bandara itu," jelas pria berkacamata itu.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Thailand mengumumumkan keadaan darurat di Bangkok menyusul tewasnya seorang pendemo dalam bentrokan antara demonstran pro-pemerintah dan anti-pemerintah. Situasi di Bangkok kian memanas di hari kedelapan demonstrasi besar-besaran menuntut PM Samak Sundaravej mundur, terlebih setelah serikat pekerja mengancam mogok nasional.
(asy/asy)


Berita Terkait