Menurut media lokal, De Telegraaf, dinas intelijen Belanda, AIVD telah menghentikan operasi spionase yang bertujuan untuk infiltrasi dan sabotase industri senjata di Iran.
"Operasi yang digambarkan sebagai sangat berhasil itu, baru-baru ini dihentikan sehubungan dengan rencana serangan udara AS atas Iran," demikian tulis surat kabar Belanda tersebut.
"Target-target yang juga akan dibom, terkait dengan operasi spionase Belanda," imbuh media tersebut dalam laporannya.
Menurut De Telegraaf yang mengutip sumber-sumber terpercaya, seorang agen rahasia Belanda telah ditarik belum lama ini karena AS diyakini akan membuat keputusan dalam beberapa pekan ini untuk menyerang Iran dengan pesawat tak berawak.
"Informasi dari operasi AIVD dalam beberapa tahun terakhir telah dibagi dengan dinas rahasia Amerika, CIA," demikian tulis De Telegraaf seperti dilansir harian Inggris, Daily Telegraph, Selasa (2/9/2008).
Sebelumnya, Brigjen Seyyed Massoud Jazayeri, wakil kepala Angkatan Bersenjata Iran mengingatkan, serangan militer terhadap Iran akan memicu timbulnya Perang Dunia III.
Pemerintah Iran juga mengingatkan akan menutup wilayah strategis Selat Hormuz, sebagai pintu masuk ke Teluk dan merupakan rute utama pengiriman minyak, jika negara itu diserang.
Pekan lalu, surat kabar Israel, Ma'ariv memberitakan, Israel telah meningkatkan persiapan rencana kontingensi untuk menyerang Iran jika upaya diplomatik melalui PBB gagal menghentikan program nuklir Iran. Iran dituding berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya.
(ita/iy)











































