"Itu bukan prioritas. Saya kira yang paling penting adalah memberikan prioritas untuk menyelesaikan tahapan pemilu di dalam negeri karena pemilih kita paling banyak di dalam negeri. Sampai hari ini kan kita kurang mendengar yang namanya penyebarluasan informasi mengenai pemilu oleh KPU," kata mantan anggota KPU Valina Singka kepada detikcom, Selasa (2/9/2008).
Menurutnya, sosialisasi ini seharusnya menjadi prioritas KPU karena meskipun sistem pemilu masih tetap sama, tapi terdapat beberapa perbedaan teknis yang harus diketahui oleh masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan-perubahan ini, menurutnya, harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat supaya mereka benar-benar paham tentang aturan-aturan teknis pemilu.
Jika sosialisasi ini kurang masksimal, kata Valina, dikhawatirkan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2009 nanti rendah. Padahal tinggi rendahnya tingkat partisipasi akan berpengaruh terhadap legitimasi hasil pemilu.
Valina juga mengatakan, KPU sebelumnya sudah meninggalkan blueprint yang sangat jelas mengenai tata cara teknis pelaksanaan pemilu. KPU sekarang tinggal bertanya kepada anggota KPU sebelumnya jika ada hal yang kurang jelas.
"Kita sudah meninggalkan blueprint yang sangat jelas. Mereka tinggal tanya kalau perlu," tandas pengajar UI ini. (sho/nrl)











































