Pengumuman ini dikeluarkan beberapa jam setelah timbul bentrokan berdarah antara ribuan pendukung dan penentang Perdana Menteri Samak Sundaravej. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (2/9/2008).
Satu orang tewas dan lusinan lainnya luka-luka dalam kekerasan yang terjadi di areal gedung pemerintah. Gedung tersebut telah diduduki selama sepekan oleh para pendemo anti-Samak.
"Karena semalam ada huru-hara yang berdampak pada ketertiban dan kedamaian di negara ini dan mengganggu proses demokrasi, pemerintah telah memberlakukan keadaan darurat, yang akan berdampak pada kebebasan individu masyarakat," demikian pengumuman pemerintah lewat radio negara.
Dengan diberlakukannya keadaan darurat ini, kumpul-kumpul lebih dari 5 orang dilarang.
PM Samak telah menunjuk petinggi Angkatan Darat Jenderal Anupong Paojind sebagai kepala tim khusus yang bertugas mengamankan keadaan darurat.
Anupong punya kekuasaan untuk membubarkan setiap aksi kumpul-kumpul dan memaksa warga meninggalkan suatu lokasi. (ita/nrl)











































