"Soal serang menyerang ini sifatnya relatif. Bukan berarti yang menyerang bisa diuntungkan. Yang diserang juga belum tentu dirugikan," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat dihubungi detikcom, Senin (1/9/2008).
Qodari menilai, saling serang semacam ini wajar di masa menjelang pemilu. Hal ini justru merupakan salah satu indikator bahwa Indonesia adalah negara penganut sistem demokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di negara-negara demokratis hal semacam itu biasa terjadi. Kalau di negara yang otoriter kan nggak pernah ada semacam itu," lanjutnya.
Menurut Qodari, hal paling baik dalam menyikapi masalah ini adalah dengan membawanya ke wilayah publik. Sampaikan kepada publik secara transparan tentang seluk-beluk kontrak itu dan biarkan publik yang menilai.
"Selama ini belum pernah dipaparkan kepada publik isi kontraknya seperti apa. Kalau dilaporkan secara terbuka publik bisa memberikan penilaian," ujarnya.
Karena itu, Qodari pun menyambut baik wacana debat publik antara pemerintah dengan pihak oposisi terkait dengan isu LNG Tangguh ini. Hal itu akan menjadi pembelajaran bersama bagi kita semua dalam rangka membuat kebijakan publik yang baik dan bermanfaat.
"Dengan cara seperti ini dalam jangka panjang nanti siapapun yang berkuasa harus betul-betul pro-publik," pungkasnya. (sho/ken)










































