Rencana itu dinilai anggota Bawaslu Wahidah Suaib salah momen. "Sebenarnya itu informasi yang biasa saja. Tapi karena KPU sedang disorot soal prestasi kerjanya, makin jadi sorotan publik," katanya kepada detikcom, Selasa (2/9/2008).
Karena itu, kata Wahidah, KPU diminta untuk lebih memprioritaskan pekerjaan di dalam negeri daripada di luar negeri. Apalagi, kata dia, 8 September adalah batas terakhir perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahidah mengatakan, sebenarnya, KPU memang memiliki anggaran untuk membentuk tim untuk pengadaan pemilu di luar negeri. Namun, lanjutnya, itu bukan suatu keharusan.
"Bentuk tim itu bagaimana, apakah perlu ke sana. Itu yang perlu dipikirkan matang," katanya.
Anggota KPU berencana bepergian mulai 9 September hingga Oktober secara bergantian. Berikut daftar kunjungan anggota KPU ke 14 negara:
Syamsulbahri dan Abdul Aziz ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9-12 September dan Beijing, China 13-16 September. I Gusti Putu Artha dan Andi Nurpati ke Manila 16-19 September dan New Delhi 20-23 September.
Selanjutnya pada 22-25 September Abdul Hafiz Anshary dan Sri Nuryanti yang akan ke Sydney dan Cape Town, Afrika Selatan pada 26-29 September.
Dan 14 kota yang akan dikunjungi adalah Kuala Lumpur, Beijing, Manila, New Delhi, Sydney, Cape Town, Kairo, Jeddah, Moskow, Den Haag, Paris, Madrid, New York, dan Havana. (ken/ken)










































