Bawaslu: Apa Perlu Anggota ke Luar Negeri untuk Sosialisasi?

KPU Keliling Dunia

Bawaslu: Apa Perlu Anggota ke Luar Negeri untuk Sosialisasi?

- detikNews
Selasa, 02 Sep 2008 07:18 WIB
Bawaslu: Apa Perlu Anggota ke Luar Negeri untuk Sosialisasi?
Jakarta - Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum terlihat kentara. Tapi kontroversi yang melanda lembaga itu sepertinya tak pernah berhenti.

Setelah heboh dengan pengadaan mobil dinas untuk anggota KPU senilai Rp 300 juta per unit, kini KPU kembali meramaikan jagad media.

Mulai 9 September nanti, secara bergantian, masing-masing anggota KPU akan melancong ke luar negeri. Hal itu tertuang dalam Surat Tugas KPU No 412/15/ST/VIII/2008. Dalam surat tugas yang ditandatangian Ketua KPU Abdul Hafidz Ansyari itu disebutkan, anggota KPU akan singgah di 14 kota di dunia. Wow!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dibenarkan oleh anggota Bawaslu Wahidah Suaib kepada detikcom, Selasa (2/9/2008). "Setahu kami, memang ada anggaran untuk pembentukan tim untuk pengadaan pemilu di luar negeri," katanya.

Lalu apakah rencana itu tidak akan mengganggu tugas-tugas anggota KPU di Tanah Air? "Yang pergi tidak boleh lebih dari dua, jadi masih ada 5 anggota di Jakarta," katanya kepada detikcom, Selasa (2/9/2008).

Namun, kata dia, apakah tim itu perlu ke luar negeri, itu yang seharusnya dipikirkan oleh KPU. "Memang jumlah pemilih di luar negeri juga besar. Butuh perhatian, tapi apakah perlu ke sana," tanya Wahidah.

Selain diikuti oleh dua anggota KPU, masing-masing perjalanan itu akan didampingi pejabat Sekretariat Jenderal KPU, Staf Departemen Luar Negeri, Departemen Hukum dan HAM, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Berikut daftar kunjungan anggota KPU ke 14 negara:

Syamsulbahri dan Abdul Aziz ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9-12 September dan Beijing, China 13-16 September. I Gusti Putu Artha dan Andi Nurpati ke Manila 16-19 September dan New Delhi 20-23 September.

Selanjutnya pada 22-25 September Abdul Hafiz Anshary dan Sri Nuryanti yang akan ke Sydney dan Cape Town, Afrika Selatan pada 26-29 September.

Dan 14 kota yang akan dikunjungi adalah Kuala Lumpur, Beijing, Manila, New Delhi, Sydney, Cape Town, Kairo, Jeddah, Moskow, Den Haag, Paris, Madrid, New York, dan Havana. (ken/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini