"Informasi terakhir yang saya terima, WNI semuanya sudah meninggalkan New Orleans. Mereka mengungsi ke tempat keluarga," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Senin (1/9/2008).
Menurut pria yang akrab disapa Faiz ini, pihak KJRI di Houston sebenarnya sudah menyediakan tempat penampungan bagi WNI yang ingin mengungsi. Kantor, wisma dan rumah para staf KJRI di Houston sudah disiapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faiz mengakui, jarak KJRI di Houston dengan New Orleans memang cukup jauh, sekitar 500 mil. "Kira-kira Jakarta-Semarang lah," jelasnya.
Faktor jarak itulah, menurut Faiz, yang barangkali menjadi penyebab para WNI tidak mau menggunakan KJRI sebagai tempat mengungsi.
"Mereka lebih memilih tempat-tempat terdekat seperti Negara Bagian Oklahoma, North Carolina, dan Tennessee," terangnya.
Faiz mengatakan, dari sekitar 100 lebih WNI yang tinggal di New Orleans, tidak ada satu pun yang terluka. Sebelum badai datang pihak Pemerintah AS memang sudah menginstruksikan kepada seluruh warga New Orleans untuk mengungsi.
"Pemerintah AS tampaknya lebih siap dibanding ketika menghadapi badai Katrina," jelas Faiz. (sho/ken)










































