Tuntut PM Thailand Mundur, Serikat Pekerja Ancam Mogok Nasional

Tuntut PM Thailand Mundur, Serikat Pekerja Ancam Mogok Nasional

- detikNews
Senin, 01 Sep 2008 19:10 WIB
Tuntut PM Thailand Mundur, Serikat Pekerja Ancam Mogok Nasional
Bangkok - Serikat Pekerja sektor publik Thailand mengancam akan mogok besar-besaran berskala nasional. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan tekanan terhadap PM Samak Sundaravej agar lekas mundur.

Serikat Pekerja yang mewadahi 200 ribu pekerja dari 43 perusahaan milik negara
mengatakan, pemogokan akan berlangsung mulai Rabu 3 September. Aksi akan dimulai dari instansi-instansi pemerintah dan menyebar ke perusahaan-perusahaan.

"Jika Samak menolak mundur tanggal 3 September, kami akan mogok nasional,"
demikian ancam Sirichai Maingam, Presiden Serikat Pekerja Energi milik
pemerintah, EGAT, Seperti dilansir Reuters, Senin (1/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ancaman mogok dilontarkan hanya selang beberapa jam setelah sebuah bom meledak
di sebuah pos polisi di Bangkok. Ancaman ini tentu saja menebarkan kekhawatiran dan ketakutan akan adanya aksi kekerasan susulan.

Sebagaimana diketahui, unjuk rasa menentang PM Samak Sundaravej mundur dari kursi PM telah berlangsung selama tiga bulan. Dalam tuntutannya, para pemrotes menuding Samak sebagai antek mantan PM Thaksin yang digulingkan tahun 2006 oleh kudeta militer tak berdarah. (ken/ken)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini