"Memang kalau menyebut orang per orang itu bisa menjadi isu politik. Kemauan DPR untuk mengevaluasi dan renegosiasi bukan untuk menyerang individu tertentu. Tapi mengembalikan uang negara," kata anggota pansus angket BBM Abdullah Azwar Anas.
Hal ini disampaikan Anas kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2008).
Menurut dia, harus dibentuk tim independen untuk menyelidiki kasus penjualan LNG Tangguh dengan harga murah. Tim itu harus mencari tahu alasan-alasan penjualan LNG Tangguh dengan harga murah termasuk, kemungkinan adanya penyalahgunaan jabatan.
"Dalam menyelidiki kontrak dengan LNG Tangguh itu ini harus dibentuk tim independen untuk menyelamatkan aset Negara. Dengan renegosiasi maka keuntungan harus dikembalikan kepada Negara," kata Anas.
Anas menegaskan, renegoisasi kontrak LNG Tangguh itu merupakan keputusan yang perlu dievaluasi. Dia berharao renegosiasi yang transparan dapat menghentikan potensi kerugian negara. (yid/aan)











































