Sang Gubernur pun melakukan inspeksi mendadak ke Kantor PT PLN Wilayah Sumut Jalan KL.Yos Sudarso Medan, Senin (1/9/2008).
"βPLN harus menjaga komitmennya untuk tidak melakukan pemadaman listrik di Sumatera Utara secara bergilir selama bulan suci Ramadan. Tapi tadi malam masih terjadi pemadaman di kawasan Medan Johor," ujar Syamsul Arifin saat bertemu General Manager PLN Sumut Maneret Pasaribu dalam sidak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi malam ada sambungan yang terputus hingga di kawasan Medan Johor aliran listrik jadi padam. Tapi malam itu juga sudah diantisipasi. Kita tetap komit untuk tidak memadamkan listrik selama Ramadan, kecuali jika menyangkut hal-hal teknis seperti pohon tumbang," ujar Maneret.
Maneret juga menguraikan berbagai kendala yang dihadapi PLN dalam memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat. Di antaranya adalah adanya kesenjangan antara jumlah pelanggan listrik yang mencapai 2,5 juta pelanggan dan jumlah pegawai yang hanya sebanyak 1.700 orang. Masalah lain adalah banyaknya pencurian arus listrik oleh warga, termasuk di kawasan Medan Johor merupakan daerah yang cukup banyak terjadi pencurian arus.
Menanggapi keluhan PLN ini Gubernur Syamsul Arifin menyatakan mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan PLN dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat Sumatera Utara. Gubernur akan mendukung jika PLN mau melakukan penertiban pencurian arus listrik dengan melibatkan unsur-unsur polisi/TNI.
Gubernur juga mengingatkan PLN, bahwa tugasnya memberikan pelayanan energi listrik kepada masyarakat merupakan suatu hal yang strategis. Isu-isu tentang pemadaman listrik harus diwaspadai PLN, jangan sampai isu yang sensitif ini menjadi isu politik.
"PLN harus mewaspadai isu pemadaman bergilir selama Ramadan ini. Karena isu ini sangat sensitif, maka harus diwaspadai dengan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat Sumatera Utara," kata Syamsul Arifin.
(rul/djo)











































