Korban tenggelam itu adalah, Sabrina (16) bersama asisten pelatih panahan Provinsi Riau, Niken (33) warga Pekanbaru. Jasad Sabrina baru diteketemukan pada Senin (1/09/2008) sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka tenggelam pada Minggu (31/08/2008) di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.
Jenazah Sabrina ditemukan tak jauh dari lokasi ia tenggelam bersama Niken (33). Setelah ditemukan, jenazah Sabrina langsung dibawa ke Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) di Jalan Ampi No.10 Marpoyan Pekanbaru. Jenazah disemayamkan di sana karena ia merupakan atlit panahan yang tengah menjalani pelatihan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau Yuherman Yusuf, bahwa Niken dan Sabrina bersama rombongan terdiri dari atlit panahan dan keluarganya yang berjumlah 18 orang pergi ke Buluhcina untuk mandi Balimau. Sekedar diketahui, mandi Balaimau ini sebuah tradisi di Riau dalam menyambut bulan suci Ramadan. Biasanya warga ramai-ramai mandi bersama di sungai.
Β "Lokasi mereka mandi Balimau tidak tepat di Desa Buluhcina, melainkan agak di hulu, sekitar 500 meter dari Buluhcina. Lokasi itu dipilih karena ada pantainya. Saat mereka berenang di sungai, mendadak Sabrina terseret arus. Niken yang berada di dekat Sabrina berusaha menolong, namun justru ikut terseret arus,β kata Yuherman .
Hingga saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan. Tim SAR dibantu satuan Brimob Polda Riau dan masyarkat terus menyusuri Sungai Kampar ke hilir untuk mencari Niken yang masih hilang.
(cha/djo)










































