Padahal, lanjut Tjahjo, tanpa harus dibesar-besarkan, pemerintah Cina sebenarnya juga membuka diri untuk dilakukan negosiasi ulang.
"Dari sisi news memang seksi soal gas Tangguh. Wapres JK memainkan habis seolah kerugian negara telah terjadi, padahal pemerintah Cina terbuka untuk renegosiasi," kata Tjahjo pada detikcom, Senin ( 1/9/2008).
Menurut Ketua DPP PDIP ini, renegosiasi soal LNG Tangguh harus dilakukan dengan cara Government to Government. Karena itulah pendekatan politik dinilai akan sangat membantu dalam proses pembicaraan ulang kontrak kerja LNG Tangguh dan pemerintah Cina.
"Karena G to G, negosiasi ya akan ikut juga ditentukan approach politiknya juga," kata Tjahjo.
Tjahjo menyayangkan sikap Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro yang sampai sekarang masih bungkam soal penjualan LNG Tangguh. Harusnya sebagai orang yang bertanggung jawab, Purnomo dapat menjelaskan dalam sidang kabinet.
"Menteri ESDM Purnomo masih menteri dan masih hidup. Kok diam saja di rapat kabinet SBY," sesal Tjahjo.
(yid/nrl)











































