"Kami minta maaf pada masyarakat dan keluarga karena belum bisa mengambil kesimpulan. Dan kami minta maaf belum bisa melepaskan (terdakwa), karena masih ada keragu-raguan. Untuk itu kami memanggil jaksa yang menangani kasus ini dari daerah untuk dimintai keterangan. Agar lebih teliti," jelas Jampidum Abdul Hakim Ritonga dalam perbincangan lewat telepon, Senin (19/9/2008).
Ritongan enggan memerinci berapa jaksa yang dipanggil dan pukul berapa diperiksa. "Kita sudah meminta laporan mereka, tapi kurang puas. Jadi kita minta keterangan langsung biar tahu bagaimana sebenarnya dan mereka sudah ada di Jakarta," imbuh Ritonga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut versi Ritonga, pembunuhan itu dilakukan Imam Hambali karena cemburu terhadap Asrori (Aldo). Lalu dia meminta bantuan David dan Maman. Pada waktu yang telah ditentukan,ย Hambali dan David lalu mencari Asrori. Mereka menemukan Asrori dan mengajaknya ke Salon Ayu. Di sana Asrori diminta meninggalkan sepeda motornya lalu diajak naik Camry ke rumah kosong.
Asrori lalu dipeluk kemudian disumpal mulutnya dan dipukul. Lalu dibawa ke kebun tebu dan untuk memastikan dia telah mati, diaย ditusuk pisau dan disiram oli.
"Jadi ini cemburu karena Asrori punya pacar lagi. Ya itu gay-gay semua," ujar Ritonga.
(ndr/nrl)











































