"Din punya potensi dan setelah menjadi tokoh nasional peluangnya besar," kata Akbar tandjung di sela-sela tarawih ramadan di kediaman Din, di Pejaten Elok, Jakarta Selatan, Minggu (31/8/2008).
Akbar mengaku penilaiannya itu bukan sekedar asal berbicara saja. Tapi sudah dilihatnya sejak dahulu.
"Saya mengenal Din sejak menjadi Menpora dan saya sudah melihat kepemimpinan Din," tambah mantan Ketua DPR ini.
Dukungan untuk Din datang juga dari Dewan Pembina PDS Bonar Mangunsong. Dia melihat Din sebagai orang yang mendukung pluralisme. Sedang pendapat berbeda disuarakan pengamat politik Fahri Ali.
"Din harus tetap konsisten sebagai tokoh bangsa, bukan berebut kepemimpinan eksekutif," tandasnya. (ndr/lrn)











































