Tahun Ini 1 Ramadan Bareng, Tahun 2010 Berpotensi Berbeda

Tahun Ini 1 Ramadan Bareng, Tahun 2010 Berpotensi Berbeda

- detikNews
Minggu, 31 Agu 2008 20:38 WIB
Jakarta - Penetapan 1 Ramadan tahun ini disyukuri karena tidak ada perbedaan. Namun, bila kriteria-kriteria penetapan 1 Ramadan tidak diubah, maka pada tahun 2010, penetapan awal Ramadan akan berpotensi mengalami perbedaan lagi.

Hal ini disampaikan peneliti dari LAPAN yang juga Tim Rukyah, Thomas Djamaluddin, saat memberikan tanggapan terhadap penetapan 1 Ramadan yang disampaikan Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni dalam sidang isbat di kantor Departemen Agama (Depag), Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/8/2008) malam.

Dalam sidang isbat ini, pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1429 H jatuh pada hari Senin, 1 September 2008. Penetapan sidang isbat ini disampaikan Menag didampingi Menkominfo Moh Nuh dan jajaran pejabat Depag.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam tanggapannya, Thomas mengingatkan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadan 2010 berpotensi mengalami perbedaan di antara ormas Islam. "Alhamdulillah, karena posisi bulan dan Matahari yang sedemikian rupa, 1 Ramadan tahun ini kita bisa bersama. Tapi, kalau kriteria tidak diubah, potensi perbedaan akan terus ada. Tahun 2010, nanti bisa jadi tidak bareng," kata Thomas.

Oleh karena itu, Thomas mengusulkan Depag untuk mempercepat proses penyamaan kriteria dalam penetapan awal bulan, agar perbedaan-perbedaan itu bisa dihindari. Pernyataan Thomas ini merupakan pengulangan, karenaย  1 tahun silam Thomas juga mengusulkan hal yang sama. Namun hingga sekarang, kriteria-kriteria itu masih belum diubah juga.

Terhadap hal ini, Menag memberikan penjelasan. "Kita semua ingin mempercepat persatuan dan kesatuan ini. Kita telah membentuk Lajnah Dauroh (Panitia Pertemuan) yang akan mengimbau seluruh wakil ormas-ormas Islam, termasuk dari Depkominfo. Kami mohon doa restunya agar dengan ini persatuan bisa segera diwujudkan," jawab Menag.

Sementara itu, Ma'rifat Iman dari PP Muhammadiyah, mengaku bersyukur karena posisi hilal cukup tinggi. "Saya bersyukur sekali berkat rahmat Allah, alam yang merupakan ciptaannya menentukan hilal cukup tinggi, sehingga kita bisa bareng puasa. Sebetulnya tiap orang akan merasa menikmati kalau beribadah secara bersama-sama," ujar dia.

Tentang pertemuan yang membahas mengenai penyamaan kriteria, Ma'rifat menjelaskan sebenarnya sudah ada tiga kali pertemuan untuk membahas penyatuan penentuan awal Ramadan ini. Pertemuan pertama diinisiasi Wapres Jusuf Kalla (JK) sebelum puasa tahun lalu. Pertemuan kedua digelar di PBNU pada bulan puasa tahun lalu. Pertemuan ketiga digelar di PP Muhammadiyah sekitar tiga bulan lalu. Pertemuan keempat akan digelar di kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat. (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads