"Kita hanya ingin memperingatan pemerintah, kalau kita bisa melancarkan aksi yang lebih besar," kata pendiri Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi (PAD) Sondhi Limthongkul, seperti dikutip dari Bangkokpost.com, Minggu (31/8/2008).
Pemerintah menyatakan sedikitnya 15 ribu penumpang terlantar di Bandara Phuket. Sedangkan ribuan penumpang lainnya tidak bisa terbang dari Bandara Krabi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumya ratusan demonstran yang menamakan dirinya PAD muncul dengan tiba-tiba di Bandara Phuket dan Krabi. Mereka kemudian 'menduduki' kedua bandara itu.
Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI Deplu Teguh Wardoyo berharap tidak ada warga negara inonesia yang terperangkap di kedua bandara tersebut. " Semoga semuanya baik-baik saja," katanya dalam pesan singkatnya. (nal/ndr)











































