Ribuan Turis Terjebak di Phuket, Bandara Dikuasai Demonstran

Gonjang-ganjing Thailand

Ribuan Turis Terjebak di Phuket, Bandara Dikuasai Demonstran

- detikNews
Minggu, 31 Agu 2008 16:54 WIB
Ribuan Turis Terjebak di Phuket, Bandara Dikuasai Demonstran
Jakarta - Ribuan turis asing terjebak di resort pantai Phuket Thailand setelah para demonstran anti pemerintah menguasai Bandara Phuket lebih dari 24 jam. Hingga Minggu (31/8/2008), bandara Phuket masih tertutup untuk penerbangan.

Bandara Phuket dan Krabi menjadi target demonstrasi massa Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi (PAD) yang menuntut PM Thailand Samak Sundaravej mundur. Dua bandara ini dikuasai demonstran setelah ribuan demonstran terlibat bentrokan dengan polisi di Bangkok Jumat lalu.

Di Bandara Phuket dan Krabi, ratusan anggota PAD, yang berasal dari kalangan penguasaha, akademisi, dan aktivis itu memblokir jalan-jalan akses menuju bandara dan menduduki runway bandara. "Kenyataan ini datang pada saat yang buruk karena sebagian besar agen-agen perjalanan Eropa memulai untuk memilih paket liburan di tempat wisata ini," kata Suparuak Surangkura, direktur Asosiasi Agen Perjalanan Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia yakin bahwa pemberitaan media mengenai demonstrasi anti pemerintah ini membuat agen-agen perjalanan dari luar negeri akan mengalihkan wisatanya ke tempat alternatif lain, seperti Bali atau Vietnam.

Phuket yang merupakan kawasan tersibuk setelah Bangkok, merupakan kawasan wisata favorit para turis mancanegara di Thailand. Penutupan bandara Phuket ini bisa menghantam industri pariwisata yang mulaih pulih itu setelah diterjang tsunami 2004 lalu. Data dari Departemen Pariwisata Thailand, sekitar 15-16 juta turis datang ke Phuket tiap tahunnya.

Terhadap penutupan bandara Phuket oleh demonstran ini, PM Samak terlihat marah. "Keamanan di Phuket harus ditinjau ulang. Mereka (petugas keamanan) telah dilatih untuk menghadapi teroris, namun lihat apa yang terjadi? bagaimana bisa mereka membiarkan orang-orang ini melanggar landasan pacu?" ungkap Samak dalam siaran radionya.

"Mereka telah menghancurkan citra Thailand sebagai lokasi kunjungan wisata," tegas Samak seperti dilaporkan Reuters. (asy/asy)


Berita Terkait