Hadapi Ribuan Demonstran, 500 Pendukung PM Thailand Turun ke Jalan

Hadapi Ribuan Demonstran, 500 Pendukung PM Thailand Turun ke Jalan

- detikNews
Minggu, 31 Agu 2008 16:23 WIB
Hadapi Ribuan Demonstran, 500 Pendukung PM Thailand Turun ke Jalan
Jakarta - Lebih dari 500 pendukung pemerintah turun ke jalan. Mereka berkumpul di luar gedung parlemen Thailand hari Minggu (31/8/2008) menjawab tantangan debat jalanan yang dilemparkan para pemrotes anti-pemerintah yang terus mengancam akan menggulingkan PM Samak Sundaravej.

Para pendukung pemerintah ini menghindari rute jalan yang dipenuhi oleh pemrotes anti-pemerintah, termasuk kantor PM. Seperti diketahui, kantor PM telah diduduki ribuan pemrotes sejak Selasa lalu, sehingga memaksa PM berkantor di sebuah gedung milik militer.

Dalam sebuah wawancara radio, Samak mengungkapkan bahwa kesabarannya mulai habis. "Saya tidak takut. Kekacauan dalam negeri lah yang membuat saya khawatir," ujar Samak. "Kami tidak akan membiarkan begitu saja gedung pemerintahan diduduki tanpa melakukan apa-apa," lanjut dia seperti dilaporkan Reuters.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samak terbang menemui Raja Bhumibol Adulyadej hari Sabtu di Istana Raja di kota pesisir Hua Hin. Sekembalinya dari Hua Hin, Samak menghindari para wartawan yang menungguinya.

Kekerasan memuncak pada hari Jumat ketika polisi Bangkok menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk menghalau serangan ke markas kepolisian oleh sekitar 2.000 orang pemrotes. Kecemasan melanda Thailand, para pemrotes memaksa sejumlah bandara untuk tutup pada hari Jumat dan menghalangi kereta api.

Ribuan warga Thailand menggelar aksi demonstrasi sejak Selasa pekan lalu. Mereka menuntut PM Samak Sundaravej mundur dari jabatannya. Namun hingga saat ini Samak menolak mundur.

Pemilu Darurat?


Terhadap gonjang-ganjing politik di negeri Gajah Putih itu, ada enam partai politik koalisi pemerintah menyatakan akan terus mendukung pemerintah. Di hadapan wartawan, Samak menegaskan bahwa ia telah terpilih secara konstitusional lewat pemilu Desember tahun lalu dan tidak akan pernah tunduk kepada tuntutan pemrotes.

"Saya menduduki jabatan ini melalui mandat resmi. Saya hanya akan mundur apabila undang-undang mengharuskan saya mundur dan bukannya karena ancaman dan tekanan dari pihak lain," kata dia.

Meski demikian, spekulasi merebak bahwa Samak akan mengadakan pemilu darurat mengingat partainya (Partai Kekuatan Rakyat - PPP) populer di luar Bangkok. Para analisis meramalkan Samak akan menunggu hingga Rabu ketika parlemen bersidang dan kemungkinan menyetujui anggaran untuk tahun fiskal yang akan dimulai Oktober. Hal ini akan memberikan para menteri dana untuk pemenangan pemilu.

Para pemrotes dipimpin oleh Aliansi Rakyat Untuk Demokrasi (PAD), yang terdiri dari kumpulan pengusaha, akademisi, dan aktivis yang menuduh Samak tak lebih dari antek mantan PM Thaksin Shinawatra yang digulingkan militer pada tahun 2006. Samak membantah tuduhan tersebut dan Thaksin saat ini berada dalam pengasingan di London. PAD juga menyatakan diri sebagai pendukung Raja terhadap rencana Thaksin untuk mengubah Thailand menjadi sebuah republik, suatu tuduhan yang dibantah oleh baik Thaksin maupun pemerintah. (asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads