Seperti yang tampak di TPU Grogol, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (31/8/2008).
Sejak pukul 07.00 WIB, tempat pemakaman seluas 5 hektar itu sudah dipadati para peziarah. Pemandangan tersebut sebenarnya sudah lazim ditemui sejak sepekan terakhir ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang peziarah, Ngatiyem, mengaku biasa berziarah ke makam sang kakek setiap hendak puasa. Dia datang ke makam tersebut bersama suami dan anak-anaknya.
"Setiap tahunnya kami sekeluarga memang berziarah ke makam kakek yang meninggal sejak 5 tahun lalu. Justru kalau tidak datang, rasanya ada yang kurang," kata warga Joglo ini.
Jika Ngatiyem ikut ke makam, lain lagi dengan penuturan Astori (50), yang datang ke pemakanan Joglo sendirian. Dalam tradisi keluarganya, seorang istri jarang pergi ke makam.
"Kalau perempuan jarang mengunjungi makam. Di keluarga saya, yang biasa berziarah adalah laki-laki, karena perempuan takut nanti meratapi," kata Astrori yang hendak berziarah ke makam anak gadisnya bernama Astri (22).
Astri, kata Astori, meninggal karena menderita obesitas atau kelebihan berat badan dan penyakit jantung. Waktu meninggal, Astri masih duduk di bangku kuliah.
(irw/nrl)











































