Jika ada kebijakan pemerintah yang tidak disukai rakyat maka posisi Golkar sebagai partai pendukung pemerintah akan terkena imbasnya. Â
"Ini berbeda dengan 2004, kita di luar, sehingga lebih mudah untuk membuat strategi," ujar Wakil Sekjen DPP Golkar Rully Chairul Azwar.
Hal ini diungkapkan Rully dalam tasyakuran saat berhasil mencapai gelar master komunikasi politik dengan nilai cum laude di Senayan, Jakarta, Sabtu (30/8/2008) malam.
Menurut Rully, dari hasil penelitiannya, Golkar perlu membuat dua terobosan mendasar agar suara Golkar tidak turun dalam Pemilu 2009. Caranya dengan memperkuat basis di tingkat lokal dan mengefektifkan komunikasi keberhasilan pemerintah di tingkat nasional.
"Selama ini program pemerintah yang berhasil gagal dikomunikasikan sehingga imbasnya juga pada Golkar. Ini perlu dibangun bukan hanya oleh JK, tapi juga oleh SBY, sebagai satu kesatuan pemerintah," jelasnya.
Menurut mantan anggota Komisi I DPR ini, strategi Golkar mempertahankan perolehan suara 2004 adalah menggunakan suara terbanyak. Dengan cara itu semua kader bekerja keras untuk mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya. sehingga jika diakumulasi suara Golkar secara keseluruhan bisa meningkat.
"Kalau menjelang 2004Â kita menghidupkan mesin partai dan membangun semangat kader dengan konvensi, 2009 kita memberikan sebuah terobosan dengan suara terbanyak. Ini demi keadilan agar semua kader merasakan kerja keras dan jerih payahnya tidak bisa hanya dengan ongkang-ongkang kaki di nomor 1," paparnya.
Jika langkah terobosan dari Partai Golkar itu dilaksanakan, Rully yakin target partainya untuk mendapatkan 30% suara akan tercapai sehingga Golkar akan tetap keluar sebagai pemenang Pemilu 2009. (rdf/nrl)











































