"Kalau keliru lagi, bukan saja bisa menjadi bahan tertawaan tapi juga menjadi kendala serius bagi Polri dalam menegakkan hukum," kata Juru Bicara Komite Bangkit Indonesia (KBI) Adhir M Massardi dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (30/8/2008).
Adhie menilai, banyak kekeliruan yang dilakukan polisi disebabkan kurang sempurnanya proses reformasi di tubuh Polri. Jadi, kata Adhie, hingga hari ini, Polri belum sanggup meningkatkan profesionalismenya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhie yang pernah diperiksa tiga kali di Bareskrim Mabes Polri sebagai saksi dalam kasus Ferry Juliantono ini menilai, adanya 'tangan-tangan kekuasaan' yang menyetir. (ken/ken)











































