"Sebagai ketua fraksi, saya memang memerintahkan kepada anggota fraksi untuk memilih Miranda. Ini garis kebijakan fraksi. Saya menjamin tidak ada uang yang diterima dari Miranda," kata Tjahjo kepada wartawan usai rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/8/2008).
Ketua DPP PDIP ini membantah keras tudingan Agus Condro yang mengaku menerima cek Rp 500 juta dari Miranda. Namun, karena kasus Agus sedang ditangani KPK, Tjahjo menyerahkan pada KPK untuk menindaklanjuti sampai tuntas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait tuduhan Agus Condro kepada Miranda, atas nama fraksi, Tjahjo meminta maaf pada Miranda atas kelakuan anak buahnya itu, "Saya resmi memohon maaf kepada BI dan ibu Miranda sebagai pejabat BI atas tuduhan angggota fraksi saya, bahwa ada aliran dana kepada fraksi dari Miranda,” kata Tjahjo.
Menurut Tjahjo, pilihan PDIP mendukung Miranda karena sosok Miranda yang dinilai mampu. Diharapkan dengan memilih Miranda kinerja BI semakin baik. "Sebegai ketua fraksi, saya mendukung Miranda karena demi kebaikan BI. Kami tak pernah bicara masalah imbalan," kata Tjahjo.
Bagaimana dengan Agus Condro sendiri, apakah akan diberikan sanksi berupa pergantian antarwaktu seperti Max Moein? "Kasus hukum Agus Condro bukan urusan kami. Partai dan fraksi menyerahkan pada KPK. Soal PAW sampai sekarang ini belum ada keputusan itu," pungkas Tjahjo.
(yid/nrl)











































