Imam Hambali, David dan Maman tetap diduga terlibat pembunuhan di kebun tebu.
Temuan terbaru ini disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abubakar menceritakan, ketika penyidik memberikan foto Asrori alias Aldo kepada Ryan, Ryan mengakui bahwa bukan itu yang dibunuh. Polisi lantas melakukan tes DNA terhadap mayat Asrori alias Luki yang diakui oleh Ryan telah dibunuhnya. Ternyata hasilnya positif Asrori alias Luki.
Sehingga dengan demikian mayat Asrori alias Aldo yang dibunuh oleh Imam Hambali, David dan Maman dan dibuang di kebun tebu, bukan Asrori yang ditemukan di belakang rumah Ryan.
Menurut Abubakar, untuk sementara Imam Hambali cs dikenai tuduhan tidak membunuh Asrori yang ditanam di halaman rumah Ryan. Tetapi Asrori yang ditemukan di kebun tebu.
"Kami tengah telusuri. Semua akan dicek ulang. Yang di kebun tebu dari Dokpol (Kedokteran Kepolisian) Polri akan mengecek ulang. Ada 2 pembunuhan. Kemungkinan 3 tersangka tidak terlibat pembunuhan di rumah Ryan tetapi di kebun tebu," kata dia.
Jadi polisi bukan salah tangkap, tetapi salah identifikasi? "Ya, bisa jadi mungkin seperti yang dikatakan itu," sahut Abubakar.
Abubakar mengatakan Polda Jawa Timur telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari reskrim, propam, labfor, indentifikasi, dokes, inspektorat dan binkum.
Polri juga mengirim tim back up dengan ketua tim Kombes Pol Machmud Abduh. Tim terdiri dari Bareskrim 4 orang, biddokes/forensik 4 orang dan puslabfor 3 orang.
Lalu identifikasi mayat Asrori di kebun tebu dicocokkan dengan siapa? "Kemarin kan saya sudah bilang, ada 4 keluarga yang melaporkan orang hilang. Tetapi Tulus, telah kembali, berarti tinggal 3 orang. Kemarin di Malang juga ditemukan 1 mayat lagi. Apa mayat ini sama dengan laporan orang hilang, akan kita cek," kata Abubakar.
(aan/nrl)











































