Dalam wawancara dengan CNN, Putin mengatakan ditemukan adanya bukti keberadaan warga AS di zona perang Georgia.
"Kami punya alasan serius untuk berpikir bahwa ada warga negara AS tepat di zona tempur," kata Putin seperti dilansir News.com.au, Jumat (29/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dalam briefing Selasa, 26 Agustus lalu, wakil ketua staf umum militer Rusia, Kolonel Jenderal Anatoly Nogovitsyn memperlihatkan salinan dari apa yang disebutnya sebagai paspor AS. Paspor itu ditemukan di ruang bawah tanah di sebuah desa di Ossetia Selatan di antara barang-barang milik pasukan Georgia.
Putin mengaitkan keberadaan warga AS itu dengan motif politik domestik AS. "Jika perkiraan saya benar, maka itu menimbulkan kecurigaan bahwa seseorang di AS sengaja menciptakan konflik ini dengan tujuan memperburuk situasi dan memberikan keuntungan bagi salah satu kandidat dalam pertarungan posisi presiden AS," cetus Putin.
Dia menolak menyebutkan nama partai ataupun kandidat yang dimaksudnya.
Pernyataan Putin ini langsung mendapat bantahan dari Gedung Putih. Sekretaris pers Gedung Putih Dana Perino menyebut komentar Putin itu sangat keliru. "Menganggap AS mendalangi ini atas nama kandidat politik kedengarannya tidak rasional," tandasnya.
(ita/iy)











































