Serudukan pesawat Sriwijaya Air yang keluar landasan (overrun) itu membuat Seno harus kehilangan tangan dan kaki kiri. Sedangkan tulang kaki anaknya, Rahmad Sadikin (4), patah.
Istri Seno, Pasri (40), juga terluka di kepala. Kecelakaan ini terjadi saat keluarga ini berada di kebun garapan, dekat Bandara Sultan Thaha, Jambi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Presiden Sriwijaya Air Harwick Lahunduitan menyatakan, pihaknya memikirkan nasib keluarga petani tersebut.
"Sudah kami pikirkan itu nanti. Sudah dijelaskan Pak Dirut (Dirut Sriwijaya Air Chandra Lie) akan menjadi tanggungan kami," ujar Harwick kepada detikcom, Jumat (29/8/2008).
Yang jelas, korban tabrakan pesawat itu akan diberi sesuatu oleh Sriwijaya Air. "Mungkin akan berupa tanggungan, akan mendapatkan deposito dan semacamnya. Tadi malam saya baru lihat di TV, Pak Dirut ketemu korban di sana," imbuh dia.
Apakah akan diberi lapangan pekerjaan atau tanggungan berupa uang? "Itulah yang sedang kami pikirkan," tutur Harwick.
Untuk biaya berobat 3 korban itu, imbuh dia, semua akan ditanggung Sriwijaya Air. Begitu pula dengan penumpang luka yang lain.
Penyelidikan
Sementara itu, KNKT masih bekerja menginvestigasi kecelakaan itu. "Kita ambil gambar dulu, lalu kita diskusikan di Jakarta. Ini bukan pekerjaan sehari," ujar jubir KNKT JA Barata pada detikcom.
Satu tim KNKT berada di lokasi kecelakaan pada Kamis kemarin, dipimpin langsung oleh Ketua KNKT Tatang Kurniadi. (nwk/nrl)