Pengamat: SBY Semprot Anak Buah Karena Krisis Pede

Pengamat: SBY Semprot Anak Buah Karena Krisis Pede

- detikNews
Jumat, 29 Agu 2008 10:30 WIB
Pengamat: SBY Semprot Anak Buah Karena Krisis Pede
Jakarta - Untuk kesekian kalinya, Presiden SBY menyemprot anak buahnya yang dianggap tidak serius memikirkan kepentingan negara. Semprotan terakhir terjadi Kamis 28 Agustus.

Tiga pejabat negara yang tidak serius mendengarkan omongannya saat Sidang Kabinet kena omelan SBY. Menurut pengamat politik, tindakan SBY menyemprot anak buah karena kurang kepercayaan diri (pede).

"Saya kira itu mengindikasikan krisis kepercayaan diri SBY," ujar pengamat politik Yudi Latief kepada detikcom, Jumat (29/8/2008).

Menurut Yudi, krisis kurang percaya diri SBY timbul karena adanya tekanan dari lawan politik dan merosotnya popularitas SBY di polling-polling.

"Anak buah yang tidak mendengarkan omongan SBY maka hal itu dianggap ketidakloyalan kepada SBY. SBY terlalu sensitif," jelas Yudi.

Yudi menilai, SBY memarahi anak buah untuk menunjukkan kepada publik bahwa SBY serius memikirkan bangsa. "Selama ini berkembang bahwa SBY hanya mementingkan citra saja. Yang menyangkut hajat hidup orang banyak tidak dipikirkannya. Dengan adanya ini dia ingin menunjukkan kalau serius urus bangsa," kata Yudi.

Yudi juga berpendapat, tindakan SBY itu mempermalukan anak buahnya di depan publik. "Tentu orang yang ditunjuk dipermalukan. SBY hanya mementingkan kewibawaan sendiri, tidak memperlihatkan kewibawaan anak buah. One man show. Ini ciri pemimpin yang tidak bagus," beber Yudi.

Mestinya, lanjut Yudi, SBY meminta tolong kepada ajudannya atau Jubir Presiden untuk menegur pejabat negara atau menteri jika melakukan kesalahan.

"Tidak harus Presiden yang menegur, ajudannya kan bisa memperingatkan. Buat apa ada ajudan?" tandas Yudi.

Pada rapat kabinet membahas kontrak LNG Tangguh kemarin, SBY menuding tiga pejabat negara yang sibuk sendiri. "Hai jangan ngobrol sendiri! Dengarkan! Jangan berbicara sendiri dong! Coba sini, ini masalah penting!" ucap SBY.
(nik/nrl)


Berita Terkait