Provost Harus Tangani Salah Tangkap Pembunuh Aldo

Kasus Ryan

Provost Harus Tangani Salah Tangkap Pembunuh Aldo

- detikNews
Jumat, 29 Agu 2008 10:13 WIB
Provost Harus Tangani Salah Tangkap Pembunuh Aldo
Jakarta - Polri sudah mengakui kekeliruannya terkait salah tangkap kasus pembunuhan Asrori alias Aldo di Jombang, Jawa Timur. Hal ini pun dinilai belum cukup. Provost diminta untuk segera turun tangan menangani kasus yang terlah mencoreng citra kepolisian tersebut.

"Provost harus turun tangan untuk mengevaluasi kenapa kasus ini sampai terjadi, karena mereka (korban salah tangkap) mengaku tidak kuat lagi terhadap intimadasi yang dilakukan penyidik kepolisian," kata angota Komisi III DPR Lukman Hakim Saefudin ketika dihubungi detikcom, Jumat (29/8/2008).

Meski demikian, politisi PPP ini tetap mengapresiasi tindakan Polri yang telah mengakui kekeliruannya.

"Kita mengapresiasi, tapi tetap harus dibawa ke proses hukum. Keputusan tersebut harus dianulir secepatnya, karena jelas-jelas korban bukan Asrori," ujar Ketua FPPP ini.

Menurut Lukman, Komisi III yang juga Komisi Hukum, akan memahas masalah ini ke dalam rapat kerja rutin yang biasa dilakukan dengan Polri sebagai mitra kerja Komisi Hukum tersebut.

"Hal ini pasti akan muncul dalam rapat keja dengan Polri sebagai mitra kerja kita, kita kan membahas masalah-masalah aktual yang terjadi," pungkasnya.

Polisi Jombang sebelumnya menangkap Imam Hambali, David dan Maman, sebagai tersangka pembunuh Asrori alias Aldo. Imam dan David telah divonis 17 dan 12 tahun, sedangkan Maman diadili perdana Kamis kemarin.

Penangkapan kepada ketiganya dianggap salah setelah Ryan mengakui bahwa pembunuh Aldo adalah dirinya. Mayat Aldo dia kubur di halaman belakang rumahnya di Jombang. Dia membunuh Aldo karena tersinggung ditanya, "Ryan apakah kamu kucing?"
(lrn/nrl)


Berita Terkait