Lebih dari 13.000 pendemo masih bertahan di Gedung Pemerintah pada Jumat, 29 Agustus pagi waktu setempat. Massa berbaris membentuk perisai manusia untuk melindungi para pemimpin mereka dari penangkapan aparat.
Massa bahkan telah mengusir semua polisi yang ada di areal tersebut pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat. Demikian disampaikan Amorn Amornattananon, salah seorang pemimpin gerakan People's Alliance for Democracy (PAD) yang mengorganisir demo besar-besaran ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian Thai mengumumkan, mereka akan menggelar rapat untuk merencanakan respons atas pengusiran tersebut.
"Saat ini tak ada lagi polisi di dalam dan polisi senior akan bertemu hari ini untuk merespons tindakan ini," ujar Letnan Jenderal Panu Kerdlarphol kepada kantor berita AFP, Jumat (29/8/2008).
Sebelum pengusiran polisi, PM Samak telah berjanji untuk tidak akan melakukan kekerasan dalam menghadapi aksi demo ini. Polisi telah diperintahkan Samak untuk tidak membubarkan massa secara paksa guna menghindari terjadinya bentrokan.
"Tak akan ada bentrokan," kata Samak kepada wartawan meski PAD bersikeras akan menguasai gedung tersebut sampai setidaknya Minggu, 31 Agustus mendatang.
Kini, entah bagaimana tanggapan Samak atas pengusiran polisi tersebut! (ita/iy)











































