Dihadapan Ormas Islam, SBY Isyaratkan Maju di Pilpres 2009

Dihadapan Ormas Islam, SBY Isyaratkan Maju di Pilpres 2009

- detikNews
Kamis, 28 Agu 2008 22:00 WIB
Dihadapan Ormas Islam, SBY Isyaratkan Maju di Pilpres 2009
Jakarta - Pemilu dan pilpres tidak lama lagi akan digelar. Masing-masing calon sudah mulai unjuk gigi. Begitu juga dengan Presiden SBY. Meski tidak langsung, namun SBY mengisyaratkan akan kembali ikut merebut dalam pilpres.

Hal ini terungkap saat SBY menerima kunjungan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Di acara tersebut, SBY mengungkapkan keinginannya untuk maju asal rakyat menghendaki.

“Seandainya kepemimpinannya bermanfaat bagi bangsa dan negara Indonesia serta
program-programnya sudah terlaksana dengan baik dan masyarakat menghendakinya,
maka SBY akan kembali mencalonkan diri,” Ketua Umum LDII, Abdul Hassan, saat jumpa pers usai bertemu SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (28/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan menurut Juru Bicara LDII, Prasetyo Sunaryo, Hassan sempat bertanya mengenai kesiapan SBY mengenai keinginannya untuk kembali maju dalam pilpres nanti.

“Beliau menjawab dengan arif, diplomatis, dan agak panjang,” jelas Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, juga disampaikan hal-hal mengenai proses demokratisasi dan penegakan hukum yang sudah dijalankan pemerintahan SBY.

“Pokoknya LDII melakukan sesuatu sesuai dengan amar ma’ruf nahi munkar, apa yang baik kami sampaikan, apa yang perlu diperbaiki juga kami sampaikan,” kata Prasetyo.

Usai menerima LDII, SBY juga menerima Konsorsium Pesantren Indonesia dan Pameran Pesantren se-Indonesia yang sudah berlangsung pada 20-28 Agustus lalu di Bandung.

Pada kesempatan itu, Konsorsium Pesantren menyampaikan amanah dari masyarakat
pesantren kepada Presiden. Amanah itu berupa permintaan kepada SBY untuk menciptakan perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang berkesinambungan.

“Selama ini perubahan yang terjadi berubah-ubah tanpa ada kesinambungan,” jelas Ketua Panitia Konsorsium Pesantren, Abdullah Mubarok. (anw/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads