"Tidak ada. Saya tidak tahu apa itu ExxonMobil," ujar Ryamizard usai menghadiri Deklarasi Kebangsaan Indonesia di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2008).
Menurut purnawirawan jenderal bintang empat itu, seluruh operasi militer didanai oleh negara. Tidak ada bantuan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryamizard juga enggan berkomentar soal gugatan 11 orang Aceh di AS yang memiliki sejumlah bukti yang kuat bahwa ExxonMobil telah mendanai TNI untuk melakukan pembunuhan.
"Itu cek dulu orang Aceh benar atau Aceh GAM. Saya paling alergi masalah ini (GAM)," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya perusahaan minyak dan gas raksasa dari AS ExxonMobil segera berhadapan dengan warga Aceh yang menggugatnya di Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS). ExxonMobil diduga telah menyokong pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh TNI di Aceh.
Hakim federal AS menilai gugatan ini layak diteruskan ke meja hijau karena ada sejumlah bukti yang kuat bahwa ExxonMobil telah mendanai TNI untuk melakukan pembunuhan dan penyiksaan terhadap warga sipil Aceh di sekitar Proyek Arun Aceh.
(rdf/nwk)











































