Urip membacakan pledoi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2008).
Mata Urip berkaca-kaca saat membacakan pledoi yang menceritakan tentang anak dan istrinya. Urip pun menangis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua majelis hakim Teguh Hariyanto menskors sidang selama 30 menit untuk salat dan makan siang.
Urip yang mengenakan safari warna coklat tampak menuju toilet.
"Kenapa menangis Pak Urip?" tanya wartawan.
"Saya ingat anak," sahut Urip yang matanya tampak memerah dan menyeka air di wajahnya dengan tangan. (aan/nwk)











































