"Kita welcome saja. Ada mbak Puan, ada pemimpin Gerindra. Ada Mas Zaenal. Ada Mbak Dita ada Mas Icuk Sugiarto. Sangat menarik," kata Hidayat pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2008).
Dengan para saingannya itu, Hidayat berseloroh, dia bisa main badminton dengan Icuk (caleg PPP), bisa membela buruh dengan Dita Indah Sari (PBR), bisa berpihak pada rakyat Marhaen dengan Puan Maharani (PDIP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan Presiden PK ini, pencalonnanya dari dapil Jateng V bukan untuk merebut basis partai lain. Hidayat mengaku diletakkan di Jateng V karena perintah partai dan ingin menyemarakkan ruang demokrasi yang akan berlangsung pada pemilu 2009.
"Kehadiran di sana bukan kemauan pribadi saya tapi perintah partai. Ini bukan untuk merebut kantong suara dari partai mana pun, tapi untuk menyemarakkan demokrasi," kata Hidayat.
Hidayat meminta semua pihak menjaga etika dalam berpolitik. Karena itu, cara-cara kotor seperti kampanye hitam harus dihindari karena tujuan semua partai sama-sama menghadirkan wakil rakyat yang memperhatikan rakyat.
"Kita nggak perlu malakukan black campaign, kita tak perlu melakukan fitnah dan perilaku yang tidak sesuai dengan sifat wakil rakyat," pinta Hidayat.
Saat ditanya target yang dipasang PKS dengan menempatkan dirinya di dapil Jateng V, Hidayat dengan tegas menjawabnya. "Di sana ada 8 kursi. Kita nggak boleh serakah. Demokrasi tak boleh memborong semua. Partai mentargetkan 2. Kalau rakyat berikan lebih, tentu kita tak bisa tolak," terangnya.
Yakin target 2 kursi tercapai, Pak? "Dengan kerja keras dan citra diri PKS dan persepsi pada PKS, insya Allah target itu terpenuhi. Bukan untuk mengurangi daripada rekan-rekan yang lain, tapi menambahkan kompetisi kita yang sehat," pungkas Hidayat. (yid/nrl)











































