"Saya khawatir, nanti malah berubah jadi pusat transaksi yang lainnya seperti narkoba," keluh Imran, warga Kramat Pela kepada detikcom di bekas Pasar Barito, Jakarta Selatan, Kamis (28/8/2008).
Pembangunan taman Ayodia sejak dihancurkan pada Januari 2008 itu hingga kini tidak ada perkembangan. Seng yang didirikan untuk menutupi lokasi seluas 4 ribu meter persegi tersebut kini telah dicopot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi di kawasan itu kini terlihat memprihatinkan. Pasca dibongkar, paling sedikit dua tindak kejahatan terjadi dalam setiap pekannya. Dari perampasan, pencopetan atau menjadi sarang buat pelaku sembunyi dari kejaran.
"Sangat gelap, nggak ada yang berani ikut ngejar ke dalam," kata Wastawi, pedagang bubur, yang biasa mangkal.
Belum lagi lembah tersebut tidak jauh dari kawasan wisata seks malam Jakarta Selatan yakni kawasan Blok M, Melawai dan Mahakam. Tidak sedikit transaksi pun diselenggarakan di tempat yang gelap tersebut.
"Boro-boro TransJ koridor baru segera beroperasi, bikin satu taman saja gubernur baru tidak bisa," cetus Frans, warga Pondok Indah yang sering melintas di Jalan Barito seraya memasang muka masam.
(asp/nik)










































