"Itu memang agak tua. Sesuai dengan Kepmen nomor 5 tahun 2006 usia pesawat harusnya paling tinggi 20 tahun. Jadi antisipasi saja supaya perawatannya lebih baik," kata Jusman.
Hal ini disampaikan Jusman sebelum menghadiri sidang kabinet di Istana Negera, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin saya sudah berbincang dengan Dirut Sriwijaya Air. Kata dia penyebab utamanya over run. Jadi pilot tidak bisa berhasil menghentikan pesawat sehingga melebihi landasan pacu," ujarnya.
Namun demikian, Jusman belum dapat memastikan penyebab kecelakaan tersebut akibat human error.
Katanya remnya tidak berfungsi? "Ada yang bilang hidrolik-nya tidak berfungsi sehingga tidak bisa ngerem," sahut dia.
Jusman memastikan kecelakaan itu tidak terkait dengan pendeknya landasan. "Dalam waktu dekat hasilnya akan segera kita ketahui," kata Jusman.
Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor pesawat O62-B 737 lepas landas dari Jakarta sekitar pukul 15.35 WIB dan mendarat di Sultan Thaha, Jambi sekitar pukul 16.34 WIB.
Saat mendarat, runway dalam keadaan basah dan licin. Pesawat dengan total 125 penumpang dan 6 awak pesawat tergelincir dan masuk ke dalam sawah. Beruntung, semuanya selamat. (aan/iy)











































