"Ini konser imajiner ya. Kita akan bangun panggung di tengah-tengah pekuburan Kober. Kita berimajinasi seakan-akan Berlin Philharmonic Orchestra main di panggung itu," ujar Ketua Pelaksana JakArt@2008 Bambang Sutejo.
Bambang menyampaikan hal ini pada detikcom, Kamis (28/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ligthting-nya cuma di panggung. Kalau nontonnya sih gelap-gelapan. Kita berimajinasi saja," tuturnya.
Program ini merupakan bagian dari 3 program JakArt@2008, pertunjukan seni imajiner, kombinasi imajiner dan riil serta riil.
"Yang di Kober ini merupakan kombinasi riil dan imajiner," ujar dia.
3 Komposisi piano karya komposer Jerman Johannes Brahms akan dimainkan. Konser yang akan berlangsung 12 menit ini gratis untuk umum.
Kuburan Kober dipilih karena apresiasi masyarakatnya cukup tinggi terhadap kesenian. Bahkan, kuburan itu sudah menjadi tempat latihan tetap Teater Kubur.
"Di tengah kuburan Kober itu ada plazanya, yang sudah sering dibuat latihan Teater Kubur. Kalau izin, kita kenal baik sama Pak RT-RW-nya," imbuhnya.
Konser imajiner ini diadakan karena keterbatasan dimiliki. Mendatangkan orkestra internasional itu tidak mudah, membutuhkan dana yang besar. Kalau pun bisa mendatangkan, imbuh Bambang, infrastruktur di Indonesia belum ada yang layak untuk menyelenggarakan konser.
"Tidak seperti negara tetangga kita yang punya gedung opera," kata dia.
Lagi pula, sejak diadakan tahun 2000, imbuhnya, Festival JakArt mempunyai konsep seniman yang mendatangi masyarakat, bukan sebaliknya.
"Bukan seniman tampil di gedung-gedung pertunjukan yang sulit dijangkau masyarakat," ujar dia.
Untuk itu JakArt memang sengaja diadakan di kampung-kampung, agar masyarakat yang tak mempunyai banyak pilihan menonton kesenian, bisa menikmati seni.
Maka Berlin Philharmonic Orchestra bisa disaksikan di Kuburan Kober, Jl Kober Kecil RT 03/008, Kelurahan Rawa Bunga Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada 29 Agustus 2008, mulai pukul 19.30 WIB. (nwk/nrl)











































