Kalla Mengaku Tak Enak Namanya Jadi Judul Buku

Kalla Mengaku Tak Enak Namanya Jadi Judul Buku

- detikNews
Rabu, 27 Agu 2008 22:39 WIB
Kalla Mengaku Tak Enak Namanya Jadi Judul Buku
Jakarta - Meski sudah menjadi sosok tenar, namun Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat salah tingkah saat namanya menjadi judul buku. 'Kalla dan Perdamaian di Aceh', demikianlah judul buku itu.

2 Tahun lalu, kisah Kalla, ide pemakaian namanya sebagai judul buku membuatnya merasa tidak enak. Namun karena buku yang ditulis oleh Fachry Ali, Suharso Monoarfa dan Bahtiar Effendy ini dinilai penting, akhirnya Kalla menyetujuinya.

"Saya merasa tidak enak. Namun karena ini sangat penting, maka jadinya begini," seloroh Kalla saat peluncuran buku 'Kalla dan Perdamaian Aceh' di Hotel Shangri La, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (27/8/2008).

Kalla pun menceritakan kisahnya saat merintis perdamaian di Aceh. Saat itu, Kalla yang menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat meminta mandat dari Presiden Megawati Soekarnoputeri untuk menyelesaikan konflik di Aceh.

Kalla mengaku memulainya dengan membaca sejarah dan budaya Aceh. Dia kemudian menilai, saat itu tidak ada kepercayaan antara GAM dengan TNI. Kalla pun berupaya mencari jalan untuk membuat kepercayaan itu tercipta.

"Membagi internasional, domestik, dan sebagainya harus ada dukungan. Semua cara penting, mencari hubungan harus ada saling kepercayaan dan harus ada mediator," ujar Kalla yang dalam acara itu sempat duduk berdampingan dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung.

Selain Akbar, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh. Antara lain mantan Panglima GAM Muzakkir Manaf, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, anggota FPG DPR Ferry Mursyidan Baldan, anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution, pengusaha Sofyan Wanandi, Menperin Fahmi Idris, mantan Rektor UIN Azyumardi Azra, Kabulog Abubakar Mustafa, sejarawan Taufik Abdullah dan Anhar Gonggong.
(fiq/fiq)


Berita Terkait