Aksi digelar di perkampungan nelayan di Kawasan Tambaklorok, Semarang Utara, Rabu (27/8/2008). Mereka berorasi bergantian dalam kawalan petugas kepolisian.
Sebagai bentuk komitmen penolakan terhadap penarikan minyak tanah bersubsidi, massa yang mengatasnamakan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) itu kemudian menyegel pipa milik Pertamina yang terpasang di sekitar perkampungan.
Koordinator Aksi, Thimoty Sterry mengatakan, penarikan minyak tanah bersubsidi sangat membebani hidup nelayan. Hasil tangkapan dengan biaya operasional sangat tidak sebanding jika harga minyak tanah tidak disubsidi.
Untuk melaut, lanjut Thimoty, para nelayan harus antre, karena pasokan minyak tanah terus berkurang. "Kehidupan nelayan kian sengsara," katanya.
Nelayan telah menyampaikan aspirasi ke gubernur Jawa Tengah yang baru saja lengser, Ali Mufiz. Gubernur mengeluarkan surat edaran yang berisi permohonan penundaan minyak tanah bersubsidi ke BPH Migas Jakarta.
Rencananya, penarikan minyak tanah bersubsidi akan dilakukan 1 September mendatang. Para nelayan meminta kebijakan itu ditunda atau dibatalkan. (try/djo)











































