Pejabat-pejabat sekolah mengatakan, mempersenjatai guru merupakan satu-satunya cara untuk melindungi sekolah tersebut dari aksi penembakan massal yang kerap terjadi di AS. Meski sekolah tersebut jaraknya hanya 30 menit dari kantor polisi terdekat.
"Bagaimana Anda menghentikan orang yang marah tak terkendali?" tanya David Thweatt, pejabat Harrold Independent School District. "Tidak butuh waktu lama untuk terjadinya pembantaian total," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kebijakan ini juga diprotes. Sebab risiko keberadaan senjata di sekitar anak-anak sekolah justru lebih besar dibandingkan potensial ancaman aksi penembakan.
Beberapa tahun terakhir, penembakan massal di sekolah, kampus, pusat perbelanjaan dan gereja telah merenggut puluhan nyawa di AS. (ita/iy)











































